Makassa-Globaltopinfo.com. Meski diguyur hujan deras, ratusan massa aksi dari LSM Mata Elang, Gerakan Masyarakat Pemerhati (GMP), serta elemen masyarakat Soppeng tetap membanjiri halaman Mapolda Sulawesi Selatan, Senin (2/2/2026). Sekitar 500 demonstran hadir dengan satu suara: menuntut Kapolda Sulsel segera mengusut tuntas dugaan fee proyek dan skandal bantuan alat pertanian (Alsintan) di Kabupaten Soppeng.
Aksi yang berlangsung dengan pengamanan ketat tersebut berubah menjadi gelombang tekanan publik yang tak bisa dianggap remeh. Massa menilai dugaan fee proyek dan penyimpangan Alsintan bukan lagi isu kecil, melainkan indikasi kuat adanya praktik yang merugikan masyarakat dan mencoreng wajah pemerintahan daerah.
Dalam orasinya, para demonstran menegaskan bahwa mereka datang membawa suara rakyat yang sudah muak dengan dugaan permainan anggaran.
“Kami bukan datang untuk membuat gaduh! Kami datang untuk menuntut keadilan, transparansi, dan keberanian Kapolda Sulsel mengusut kasus ini sampai ke akar-akarnya!” tegas salah satu korlap GMP dengan suara menggelegar di tengah derasnya hujan.
Massa juga menyebutkan bahwa laporan serta bukti awal terkait dugaan tersebut telah tersebar luas dan semakin memperkuat tuntutan agar aparat penegak hukum tidak menutup mata.
Para peserta aksi menegaskan bahwa mereka tidak akan berhenti, bahkan siap menggelar aksi lanjutan dalam skala yang lebih besar apabila Kapolda Sulsel tidak memberikan respons terbuka dan serius terhadap tuntutan rakyat.
Meski cuaca ekstrem melanda, semangat demonstran tidak padam. Aksi tetap berlangsung tertib namun penuh tekanan moral bagi institusi kepolisian untuk membersihkan dugaan praktik korupsi demi tegaknya pemerintahan yang bersih di Kabupaten Soppeng.



